Beberapa hari ini hidupku jadi berbeda. Mulai dari pagi, siang, sore, hingga saat aku tidur, aku dihantui kalimat yang membuatku tercandu-candu. Baik di rumah, maupun di luar rumah, seperti ketika guruku sedang menjelaskan pelajaran dan memberi pertanyaan kepadaku, dengan spontan aku berkata "Kamu nanya?". Bahkan di semua pertanyaan yang dilontarkan orang-orang lainnya, selalu dijawab dengan "Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya?". Tidak hanya diriku, semua orang seperti itu. Di seluruh platform media sosial, di mana pun selalu ada "Kamu nanya?". Saat aku lelah dengan semua ini, aku mencoba untuk melawan dengan tidak terlibat percakapan "Kamu nanya", tapi nihil.
Ketika aku membeli sesuatu di rumah makan, ada seorang pelayan yang menanyakan ingin memesan apa kepadaku. Aku benar-benar menahan untuk tidak mendengarkan kalimat "Kamu nanya?" dari orang lain, meskipun dari raut wajah pelayan itu ingin sekali aku bertanya, dan dengan cepat aku mengutarakan apa yang ingin aku pesan. Aku merasa lega, namun tiba-tiba pelayan tersebut malah bertanya "Baik itu saja? Apakah ada pesanan lain?" dengan raut wajah yang terkejut di akhir pertanyaan yang ia lontarkan. Sontak aku berkata "Kamu nanya? Yauda biar aku kasih tahu ya." pun aku tertawa bahagia menyaksikan kemenanganku yang sebenarnya harus aku tahan. Ini semua karena seseorang yang memparodikan Dilan di paltform TikTok, yang telah menduniakan kalimat "Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya? Yauda biar aku kasih tahu ya? Kamu tercandu-candu dengan suaraku?" dengan nada suara yang sangat lucu. Semua orang tidak berhenti menirunya, semua orang tidak berhenti mengatakan "Kamu nanya" ketika ada yang bertanya, hingga terbawa mimpi selalu suaranya ketika aku tidur. Apakah aku terkena sindrom tiktok? Apakah aku terkena sindrom "Kamu nanya?" ? Lalu, kenapa aku bertanya-tanya?
Beberapa bulan lalu, dunia hiburan dihebohkan dengan tren baru, yakni tren "Pokey Love". Tren tersebut mendapat banyak komentar positif karena dianggap sebagai kado atau kado untuk orang tersayang. Seperti namanya, pokey love ini berasal dari “pokey” yang merupakan snack berbentuk stik dengan rasa yang berbeda-beda. Dibandingkan dengan sosok "cinta", itu berarti susunan berbagai poki dalam bentuk cinta. Hubungan asmara Tik Tok pokie terbukti bisa dijadikan strategi pemasaran yang menguntungkan, khususnya untuk merek pokie. Selain menguntungkan untuk brand poke itu sendiri, juga bisa dijadikan sebagai peluang usaha bagi teman-teman yang punya usaha di gunung atau ingin memulai sendiri. Menawarkan banyak variasi penjualan karangan bunga, yang biasanya terdiri dari karangan bunga, makanan, mainan kertas atau plastik, kini bisa berbeda dalam bentuk cinta yang matang. Cinta yang matang pasti akan mempererat hubungan Anda dengan pasangan.
Comments
Post a Comment